Screener

Kondisi MACD di Screener

Terakhir diperbarui: 19 September 2026

Menyaring berdasarkan momentum harga. Beda "di atas Signal" dengan "di atas nol", dan kenapa sinyal beli di wilayah negatif dipakai untuk membuang, bukan mencari.

Kelompok ini menyaring berdasarkan momentum harga. Rumusnya dijelaskan di halaman MACD; di sini yang dibahas cara memakainya sebagai saringan.

Panel MACD

Dua sumbu yang berbeda

Kondisi di kelompok ini membandingkan garis MACD terhadap dua hal berbeda, dan mencampurnya adalah kesalahan paling umum:

Pembanding Yang diukur Pertanyaannya
Terhadap Signal Momentum Apakah pergerakan belakangan lebih kuat dari rata-ratanya?
Terhadap nol Fase / tren Apakah rata-rata pendek memang di atas rata-rata panjang?

Keduanya bisa berbeda arah pada saat bersamaan. MACD bisa di atas Signal (momentum membaik) sementara masih di bawah nol (fase masih turun) — dan itu keadaan yang sangat berbeda dari keduanya positif.

Bentuk kondisi yang tersedia

Untuk masing-masing pembanding, tersedia empat bentuk:

  • Di atas / di bawah — keadaan. Dibaca 1 hari.
  • Memotong ke atas / ke bawah — kejadian. Dibaca 2 hari.

Ditambah kondisi arah (menanjak / menurun, 2 hari) dan bentuk histogram.

Ingat pembedaan keadaan vs kejadian: "di atas Signal" bisa sudah berlangsung berminggu-minggu; "baru memotong" hanya benar pada hari perpotongannya.

Cara memakainya

Mencari titik masuk awal. Pakai kejadian: "MACD baru memotong ke atas Signal". Hasilnya sedikit dan semuanya baru. Ini kondisi yang paling banyak dicari orang dari MACD — dan juga yang paling sering mengecewakan kalau dipakai sendirian, karena perpotongan muncul juga di tengah pergerakan mendatar.

Menyaring yang sedang sehat. Pakai keadaan: "MACD di atas Signal" DAN "MACD di atas nol". Dua keadaan sekaligus menyingkirkan saham yang momentumnya membaik tapi masih di fase turun.

Membuang yang rawan. Kondisi "MACD di bawah nol" jarang dipakai untuk mencari. Gunanya justru mengenali kasus yang perlu dihindari: sinyal beli yang muncul saat MACD masih negatif sejarahnya lebih sering gagal daripada yang muncul di atas nol.

Mencari peralihan fase. "MACD memotong ke atas nol" datang belakangan dibanding perpotongan Signal, tapi lebih jarang keliru. Cocok kalau kamu lebih suka terlambat daripada salah.

Menggabungkannya dengan kondisi broker

Di sinilah Screener aplikasi ini berbeda dari screener teknikal biasa. MACD tidak tahu apa-apa soal siapa yang bertransaksi; kondisi broker tidak tahu apa-apa soal momentum harga.

Gabungan yang masuk akal:

  • MACD baru memotong ke atas Signal DAN garis Pengendali di atas Signal-nya — momentum harga berbalik, dan yang besar memang sedang menambah. Jauh lebih meyakinkan daripada salah satunya.
  • MACD di bawah nol DAN zona akumulasi kuat — harga masih di fase turun sementara ada yang mengumpulkan. Susunan untuk mencari yang belum bergerak, bukan yang sudah jalan.

Jebakan

Perpotongan di pergerakan mendatar. Dua garis yang berdempetan akan saling menyeberang berulang kali tanpa arti. Kondisi perpotongan tidak bisa membedakan itu, jadi ia perlu ditemani syarat lain di grup yang sama.

Mengira MACD berskala. Nilai MACD tidak sebanding antar saham. Tidak ada kondisi "MACD di atas sekian" yang bermakna lintas saham, dan memang tidak disediakan.

Memakai terlalu banyak kondisi MACD sekaligus. "Di atas Signal" DAN "di atas nol" DAN "menanjak" DAN "histogram melebar" saling tumpang tindih — hasilnya bukan saringan yang lebih ketat, melainkan saringan yang menolak hampir semua saham karena alasan yang sama diulang empat kali.

Berikutnya

Kondisi Garis Pengendali — kelompok pertama yang membaca aliran broker, bukan harga.