Dasar
Dari mana datanya, dan apa batasnya
Terakhir diperbarui: 19 September 2026
Sebelum membaca satu indikator pun, ketahui dulu data apa yang sedang kamu baca — sumbernya, seberapa sering diperbarui, dan apa yang tidak bisa dijawabnya.
Setiap indikator di aplikasi ini adalah hasil hitungan atas data. Kalau kamu tidak tahu data apa yang sedang dibaca, angka apa pun yang keluar akan terasa lebih pasti daripada yang sebenarnya. Jadi mulai dari sini.
Tiga sumber, tiga sifat yang berbeda
| Data | Sumber | Seberapa sering | Dipakai di |
|---|---|---|---|
| Harga harian (OHLCV) | Berkas resmi IDX | Tiap hari bursa | Technical, semua indikator harga |
| Aktivitas broker harian | Berkas resmi IDX (transaksi broker) | Tiap hari bursa | Bandarmology, Screener |
| Kepemilikan per jenis investor | Berkas resmi KSEI | Bulanan | Panel Kepemilikan di Technical |
Perhatikan baris terakhir: kepemilikan itu bulanan, bukan harian. Panel itu tidak bisa menjawab "asing beli apa hari ini" — pertanyaan itu dijawab aktivitas broker, bukan kepemilikan.
Semuanya dibaca dari berkas yang diterbitkan bursa dan KSEI, bukan hasil mengeruk halaman web. Itu bedanya penting: halaman web bisa berubah bentuk diam-diam dan membuat angka bergeser tanpa ada yang sadar; berkas resmi punya format yang stabil.
Ini data AKHIR HARI, bukan waktu nyata
Tidak ada satu pun angka di aplikasi ini yang bergerak mengikuti pasar yang sedang buka. Semuanya data penutupan hari bursa.
Konsekuensinya harus kamu pegang: jangan pakai untuk keputusan intraday. Kalau kamu melihat sinyal di sini pagi ini, yang kamu lihat adalah keadaan sampai penutupan hari bursa terakhir — bukan keadaan sepuluh menit lalu.
Cakupan: 112 saham, bukan seluruh bursa
Aktivitas broker harian diikuti untuk 112 saham, dengan 759 hari bursa sejak awal 2023, dan jumlahnya terus bertambah. Bursa Efek Indonesia punya jauh lebih banyak emiten dari itu.
Kalau saham yang kamu cari tidak ada, jawabannya biasanya sederhana: ia belum masuk daftar yang diikuti aktivitas brokernya. Tabel harga menyimpan riwayat lebih panjang dan lebih luas, tapi kedalaman yang bisa diandalkan untuk analisa broker adalah sejak 2023.
Aturan yang paling sering mengejutkan orang: data tertinggal DIBUANG
Kalau data broker sebuah saham tertinggal — misalnya berkas harinya belum masuk — saham itu dikeluarkan dari hasil Screener dan dari kartu Portofolio.
Ini disengaja, dan bukan bug. Alasannya: penyaringan yang memakai angka basi akan terlihat persis seperti penyaringan yang benar. Tidak ada tanda apa pun di layar yang membedakan keduanya, dan keputusan yang diambil dari angka basi bisa merugikan. Lebih baik sahamnya tidak muncul daripada muncul dengan angka yang tampak sah.
Jadi kalau sebuah saham "hilang" dari Screener padahal kemarin ada, kemungkinan pertama yang harus kamu periksa bukan kriteriamu — tapi kesegaran datanya.
Apa yang TIDAK bisa dijawab data ini
Bagian ini sama pentingnya dengan yang di atas.
- Siapa orang di balik sebuah broker. Data transaksi broker menyebut kode broker — bukan nama pemilik order. Satu broker melayani banyak nasabah; "CC beli banyak" tidak berarti satu pihak besar yang beli.
- Niat. Angka menunjukkan apa yang terjadi, bukan kenapa. Pembelian besar bisa akumulasi, bisa juga penutupan posisi short, bisa juga pemindahan portofolio antar-rekening.
- Apa yang akan terjadi besok. Semua yang dihitung di sini turunan dari masa lalu. Pola yang dulunya diikuti kenaikan harga bisa saja kali ini tidak.
- Transaksi di luar pasar reguler dan hal-hal yang tidak tercermin di berkas harian.
Data bisa salah
Kesalahan pengolahan, perubahan format berkas sumber, corporate action yang belum tercermin, dan ralat dari bursa semuanya mungkin terjadi. Tidak ada jaminan atas ketepatan maupun kelengkapan data.
Kalau kamu menemukan angka yang menurutmu keliru, itu laporan yang paling berguna yang bisa kamu kirim — sebutkan kode saham, tanggal, angka yang kamu lihat, dan angka yang menurutmu benar beserta sumbernya. Tanpa tanggal, kekeliruan hampir selalu tidak bisa dilacak.
Berikutnya
Setelah tahu datanya, langkah berikutnya adalah tahu di layar mana masing-masing dibaca — itu isi halaman berikutnya.